UNTUKMU YANG HARUS BEKERJA DEMI MENYAMBUNG KULIAH
Published
by : Irfan Tiakoliy
Film terbaru tahun 2016 sudah mulai tayang, semua
teman-temanmu membicarakan rencana untuk nonton bersama. Ada juga temanmu yang
berencana untuk liburan bersama. Sementara kamu hanya bisa tersenyum tipis
sambil pamit pergi.
Hari itu kamu harus segera bergegas menyiapkan bahan-bahan
untuk membuat kue yang akan kamu jual besok. Hatimu kadang memberontak dan
berteriak, "Kenapa aku tak punya waktu untuk bersenang-senang? Kenapa aku
harus bekerja sekeras ini saat teman-temanku bersenang-senang?" Usai
menyiapkan semuanya hari sudah gelap dan tugas-tugas kuliah menantimu.
Kamu pun bergadang hingga malam berganti dengan suara kokok ayam. Tidur adalah
teman jauhmu, kalian tak lagi dekat sejak kamu memutuskan untuk kuliah.
Keadaan ekonomi orang tua yang pas-pasan membuatmu tak bisa
hanya berdiam diri menikmati masa kuliah dengan hura-hura. Kamu mencoba berbagai
cara untuk bisa menghidupi dirimu sendiri dan tak lagi meminta uang pada
orang tua kamu. Setiap pagi kamu mengambil kue-kue hangat untuk kemudian
dijual kembali di kost. Jika masih ada yang tersisa kamu harus membawanya ke
kelas kuliahmu dan menjualnya lagi. Tak ada rasa malu yang harus dipertahankan
jika kamu tetap ingin makan hari ini. Kamu pun menjadi koordinator untuk
mengurus fotokopian tugas-tugas kelasmu dan mengambil sedikit keuntungan dari
situ. Banyak lagi cara yang kamu lakukan demi mengumpulkan beberapa lembar
rupiah.
Setiap kali kamu lelah dan menyerah, kamu pandangi sebuah
foto di meja belajar dalam kamar sempitmu. Merekalah alasanmu untuk tetap
berjuang hingga detik ini, Ayah dan Ibu. Tak ada alasan yang bisa mengalahkan
keinginanmu untuk membahagiakan dua orang itu. Apapun akan kamu lakukan demi
tujuan itu. Tinggal di kamar sempit, menahan lapar, bergadang mengerjakan tugas
kuliah setelah bekerja, semuanya kamu lakoni dengan tersenyum.
Lelahmu selalu hilang tak membekas setelah melihat foto itu
atau mendengar suara mereka. "Nak, sudah makan? Uangnya masih?" Kamu
menengok ke dompetmu dan tak menemui selembar uang pun di sana dan di mejamu
hanya ada selembar roti tawar. "Sudah Bu, alhamdulillah masih ada."
Kebohongan putih ini harus kamu lakukan berkali-kali demi agar mereka tak
khawatir. Kamu tahu benar bahwa orang-tuamu selalu mendoakan yang terbaik
untukmu dan tugasmu selama kuliah hanya berusaha memberikan yang terbaik dengan
kekuatan doa mereka.
Kawan, kau sungguh luar biasa. Aku yakin kelak kau sungguh
akan menjadi orang paling sukses yang aku kenal. Semua jerih payahmu
benar-benar akan dibayar Tuhan apapun yang terjadi. Keep hanging on there!
Jangan terjatuh dan menyerah! Jika hari ini kamu tak bisa menonton film dengan
teman-temanmu, mungkin di masa depan kisahmu lah yang akan difilmkan dan
ditonton oleh semua orang termasuk teman-temanmu itu.
Kau adalah awan yang kini berwarna kehitaman dan menurunkan
tetes-tetes hujan. Kelak kau akan melihat tetesan itu telah menumbuhkan jutaan
pohon di muka bumi. Semangat ya!
